News Ticker

Menu
Previous
Next

TERKINI

POLITIK

HUKUM

TEKNO

GAYA



EKONOMI

DUNIA



HIBURAN

Recent Posts

FOTO | Menuntut Agar HBU Dicambuk

Jumat, 24 Oktober 2014 / No Comments
Warga Kota Banda Aceh yang tergabung dalam Gerakan Indahnya Syariat Islam Sesungguhnya (ISIS) menggelar unjukrasa di Bundaran Simpang Lima, Kota Banda Aceh, Jumat (24/10/2014). Mereka menuntut walikota menghukum cambuk HBU, pejabat yang diduga tertangkap mesum di sebuah salon di kawasan Peunayong, Banda Aceh. | FOTO: Gibran/ACEHKITA.CO



Gerakan "ISIS" Tuntut Walikota Cambuk HBU

/ No Comments
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Desakan agar pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh yang terlibat mesum untuk segera dikenakan hukuman cambuk terus menyeruak. Kali ini datang dari mereka yang menamakan diri Gerakan Indahnya Syariat Islam Sesungguhnya (ISIS) dalam aksi di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Jumat (24/10/2014).

Dalam aksi tersebut, Gerakan ISIS menuntut agar Walikota Illiza Saaduddin Djamal segera mencambuk bekas pejabat yang tertangkap tangan tengah mesum di sebuah salon di kawasan Peunayong beberapa waktu lalu.

"Kami tidak menginginkan orang yang melindungi pelaku mesum, seperti yang dilakukan walikota Banda Aceh," sebut Koordinator Gerakan ISIS Yusuf Al Gayoni.

Penegakan hukuman cambuk bagi pelanggar syariat Islam dalam beberapa waktu terakhir di Banda Aceh dinilai tidak adil. Pasalnya, mereka yang dicambuk adalah orang-orang biasa. Sedangkan mereka yang memiliki pengaruh tidak dikenakan hukuman cambuk, seperti seorang pejabat yang ditangkap Satpol PP dan WH di sebuah salon di Peunayong, 2012 lalu. Pejabat yang dimaksud, sebut Yusuf, adalah HBU.

"Walikota melakukan tebang pilih dalam hal ini. Karena pejabat yang tertangkap mesum tidak dicambuk," ujar Yusuf.

Karenanya, Gerakan ISIS mendesak agar Walikota Illiza menegakkan syariat Islam secara menyeluruh dan terhadap semua kalangan.

Kasus mesum pejabat tersebut menyebabkan seorang petugas WH dimutasi ke lembaga lain. "Kami mendukung petugas WH yang menangkap HBU sehingga dia dimutasi," kata Yusuf. | SABARUN

Protes Larangan Parkir, Pedagang Blokade Jalan Diponegoro

Selasa, 21 Oktober 2014 / No Comments
Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.CO
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Puluhan pedagang di Jalan Diponegoro Pasar Aceh menyeruduk Balaikota memprotes larangan parkir di depan pertokoan mereka, Selasa (21/10/2014). Akibat ketiadaan lahan parkir, pedagang mengeluh omset mereka berkurang.

Mereka mendatangi Balaikota pada pukul 11.00 WIB, setelah sempat menutup ruas Jalan Diponegoro di kawasan pusat perdagangan tertua di Banda Aceh tersebut. Di Balaikota, para pedagang ditemui oleh Walikota Illiza Saaduddin Djamal.

Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh sejak Senin malam memasang rambu-rambu larangan parkir di depan pertokoan yang terletak di Jalan Diponegoro atau di depan pusat perbelanjaan Pasar Atjeh II. Larangan parkir itu dibuat untuk mencegah terjadinya kemacetan di ruas jalan yang dijadikan sebagai rute evakuasi bencana tersebut.

Namun, pemasangan rambu larangan parkir tersebut membuat pedagang kehilangan langganannya. Pasalnya, para pelanggan tak jadi singgah akibat ketiadaan lahan parkir. Apalagi, petugas Dinas Perhubungan mengawasi ruas jalan tersebut agar tidak dijadikan sebagai lahan parkir.

Karena pembeli lesu, akhirnya pedagang menjadikan ruas jalan tersebut sebagai arena bermain bola. Mereka menutup pertokoan. Bahkan, para pedagang ikut memblokade ruas Jalan Diponegoro, sehingga pengendara tak bisa melintasi rute tersebut.

Muliadi, penjual pecah belah, mengaku kecewa dengan sikap Pemerintah Kota Banda Aceh. "Sekarang dagangan kami tidak laku, karena pembeli tidak tempat parkir," ujar Muliadi kepada wartawan.

Seharusnya, kata Muliadi, pemerintah menyediakan satu jalur untuk parkir sepeda motor di depan pertokoan. "Saya setuju tidak parkir sembarangan, tapi minimal ada satu jalur untuk pengendara roda dua," sebutnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Banda Aceh Muhammad Zubir beralasan, larangan parkir tersebut diberlakukan untuk menghindari kemacetan. Rambu-rambu ini dipasang setelah adanya instruksi dari walikota dan Dinas Perdagangan. Pembeli disarankan untuk memarkirkan kendaraannya di basement Pasar Atjeh II.

Setelah melancarkan protes ke walikota, larangan parkir tersebut akhirnya dicabut dan memberikan satu jalur untuk parkir. "Kalau ada mobil yang parkir di depan toko akan digembok oleh petugas," ujar Walikota Illiza. | SABARUN

Aksi Warga Rancung Minta Ganti Rugi Ricuh

/ No Comments
Warga yang menamakan diri "Masyarakat Blang Lancang-Rancong dan HMI Lhokseumawe-Aceh Utara" mendatangi dan melakukan aksi demonstasi di halaman Kantor Walikota Lhokseumawe, Selasa (21/10). Mereka menuntut Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk dapat merealisasi ganti rugi dan membuat pernyataan tertulis terkait lahan relokasi dan pemukiman warga eks Blang Lancang-Rancong sesuai Perjanjian Ganti Rugi Tahun 1974. Sempat terjadi bentrok antara warga dan polisi yang bertugas saat warga memaksa masuk ke halaman kantor walikota yang menyebabkan seorang warga terluka. FOTO | Reza Juanda/ACEHKITA.CO.

FOTO | Pedagang Blokir Akses ke Pasar Atjeh

/ No Comments
Sekitar 100 pedagang pasar Aceh memblokir ruas Jalan Dipenogoro menentang kebijakan Wali Kota Banda Aceh yang menutup area parkir di bahu jalan di kawasan jalan lintas di kawasan Pasar Aceh, Selasa (21/10/2014). Sejak pagi kawasan Pasar Aceh terlihat sepi, tidak ada kendaraan yang melintas seperti biasanya. Toko-toko yang berjualan pakaian di kawasan ini pun terlihat tutup. FOTO | Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.CO.

Warga Takengon Lepaskan Lampion Sambut Jokowi-JK

/ No Comments
Humas Aceh Tengah
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Ratusan warga Aceh Tengah melepaskan lampion di areal Stadion Musara Alun, Takengon, untuk merayakan pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden, Senin (20/10/2014) malam.

Sejak usai magrib, warga memadati Stadion Musara Alun untuk hadir pada pesta rakyat menyambut pemimpin baru. Hujan yang mengguyur Takengon tak menyurutkan niat warga. Mereka antusias berdiri di areal lapangan, meski becek.

Tepat pukul 21.30 WIB, satu per satu lampion dilepaskan ke langit gelap. Jadinya, lampu lampion tersebut menghiasi langit malam kota di dataran tinggi Gayo tersebut.

"Mari bergandengan tangan, perkokoh persatuan, dan hilangkan segala perbedaan," seru Wakil Bupati Aceh Tengah Khairul Asmara yang menghadiri syukuran rakyat tersebut.

Tak hanya wakil bupati, Bupati Nasaruddin juga terlihat hadir dalam pesta rakyat tersebut. Malam lampion juga menyuguhkan sejumlah tarian, seperti Tari Guel (Gayo), Ranup Lampuan (Aceh), Tari Piring (Minang), Saman (Gayo Lues), dan pembacaan puisi. []