News Ticker

Menu
Previous
Next

TERKINI

POLITIK

HUKUM

TEKNO

GAYA



EKONOMI

DUNIA



HIBURAN

Recent Posts

Di Unsyiah, Komisi I DPR Bahas RUU Rahasia Negara

Selasa, 23 September 2014 / No Comments
Reza Fahlevi/Unsyiah
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyambangi Universitas Syiah Kuala untuk mencari masukan mengenai Rancangan Undang-Undang Rahasia Negara, di Balai Senat Unsyiah, Senin (22/9).

Jajak pendapat RUU tersebut dihadiri oleh para akademisi Unsyiah dan perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Banda Aceh. Sedangkan tim Komisi I DPR yang hadir yaitu, Mardani Ali Sera (Fraksi PKS), Hayono Isman dan Nany Sulistyani Herawati (Fraksi Partai Demokrat), Meutya Viada Hafid (Partai Golkar), Sayed Mustafa Usap (Fraksi PAN), Budiyanto (Fraksi PKS), Abdul Hamid Wahid (Fraksi PKB).

“Anggota DPR sudah berkali-kali dan bertahun-tahun melakukan rapat untuk memantapkan RUU tersebut, tapi ramai sekali penolakan dari masyarakat terhadap RUU tersebut. Sampai akhirnya pembahasan RUU tersebut diberhentikan. Barulah pada awal 2014 keluar mandat Surat Presiden dari Presiden SBY untuk membahas kembali RUU Rahasia Negara. Namun, dengan format naskah akademik dalam bentuk RUU yang telah diperbarui melalui referensi ilmiah yang matang,” sebut Mardani.

Sayangnya, kata Mardani, usai mengadakan rapat dengar pendapat dengan beberapa LSM seperti Imparsial, ELSAM, Kontras muncul isu bahwa Komisi I DPR memaksakan diri untuk membahas aturan tersebut. Padahal, Komisi I DPR hanya menjalankan tugas yang dibebankan oleh pimpinan DPR. Selagi masih dalam tahap kajian, silahkan semua elemen terutama para pakar atau ahli dari perguruan tinggi untuk mengkritisi RUU tersebut.

“Teman-teman LSM sering menjadikan DPR seperti 'buah simalakama'. Kami sering dikritik misalnya dalam hal produk legislasi yang dianggap tidak perlu. Padahal semua produk itu perlu. Jadi, sebelum ini dijadikan UU, mari sama-sama kita kaji lebih dahulu produk hukum ini,” pungkas politikus PKS itu. []

Bali Juara Umum Lomba Debat Bahasa Inggris

/ No Comments
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Provinsi Bali menyabet predikat juara umum lomba debat Bahasa Inggis 2014 yang digelar di Banda Aceh sejak 16 hingga 21 September. Sementara tuan rumah Aceh, tidak memperoleh juara sama sekali.

Bali keluar sebagai juara umum setelah meraih enam gelar juara pada ajang National Schools Debating Championship 2014 yang diikuti 102 siswa dari 33 provinsi di Indonesia. Di bawah Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Riau, dan Jawa Tengah. Aceh harus menerima kekalahan telak pada ajang debat Bahasa Inggris ini.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Anas M. Adam menyebutkan, tujuan mengikuti debat bahasa ini untuk memperluas wawasan para siswa SMA agar terbiasa berpikir kreatif dan analisis, mampu bersaing secara kompetitif dan berkomunikasi secara efektif dalam bahasa inggris.

“Menumbuh kembangkan suasana kompetitif yang sehat di kalangan siswa SMA, antar sekolah, Kabupaten/Kota, provinsi, tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Berikut mereka yang memperoleh juara.

JUARA NSDC

1. I Gede Sthitaprajna Virananda

Kelas XI , SMAN 4 Denpasar, Provinsi Bali (Grand Champion)

2. Yandiaz Maulana Siregar

Kelas XI , SMAN 4 Denpasar, Provinsi Bali (Grand Champion)

3. Keila Ayu Anandasita

Kelas XI , SMAN 4 Denpasar, Provinsi Bali (Grand Champion)

4. Nabila Balkis

Kelas XII, SMAN 5 Bandung, Provinsi Jawa Barat (Runner Up)

5. Sandy Sanjaya Awaludin

Kelas XII, SMAK 1 BPK Penabur Bandung, Provinsi Jawa Barat (Runner Up)

6. Sarah Afifah

Kelas XII,  SMAN 1 Depok, Provinsi Jawa Barat (Runner Up)

7. Muh. Rendy Utomo Rachim

Kelas XII,  SMA Al Azhar Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (2nd Runner Up)

8. Syarifah Aliyah Fitrisam

Kelas XI, SMA Al Azhar Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (2nd Runner Up)

9. Juliet Virginia

Kelas XII,  SMA Al Azhar Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (2nd Runner Up)

10. Khatibul Umam

Kelas  XII,  SMAN 16 Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (2nd Runner Up)

11. M. Rizky Hady E.P

Kelas  XII,  SMAN 17 Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (2nd Runner Up)

12. A. Nurdini Yuridna Yudha

Kelas XII, SMAN 17 Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (2nd Runner Up)


BEST SPEAKER NSDC 2014

1. I Gede Sthitaprajna Virananda

Kelas XI, SMAN 4 Denpasar, Provinsi  Bali (1st Best Speaker)

2. Yandiaz Maulana Siregar

Kelas XI, SMAN 4 Denpasar, Provinsi Bali  (2nd Best Speaker)

3. Kevin Nicholas Chandra

Kelas XII, SMAK Gloria 1 Surabaya, Provinsi Jawa Timur (3rd Best Speaker)

4. Nabila Balkis

Kelas XII, SMAN 5 Bandung, Provinsi  Jawa Barat (4th Best Speaker)

5. Agnes Amelia Guntara

Kelas XI, SMAK Kalam Kudus Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah (5th Best Speaker)

6. Nadhif Aqliandhana

Kelas XII, SMAN 3 Malang, Provinsi Jawa Timur (6th Best Speaker)

7. Syarifah Aliyah Fitrisam

Kelas XI, SMA Al Azhar Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (7th Best Speaker)

8. Keila Ayu Anandasita

Kelas XI, SMAN 1 Denpasar, Provinsi Bali  (8th Best Speaker)

9. Ailsa Namira Imani

Kelas XI, SMAN 28 Jakarta, Provinsi DKI Jakarta (9th Best Speaker)

10. Sandy Sanjaya Awaludin

Kelas XII,  SMAK 1 BPK Penabur Bandung, Provinsi Jawa Barat (10th Best Speaker)

11. Arifah Roosiany Hasanbasri

Kelas XII, SMAN 8 Yogyakarta, Provinsi D.I. Yogyakarta (11th Best Speaker)

12. M. Rizky Hady E.P

Kelas XII, SMAN 17 Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (12th Best Speaker)

13. Firsttolia Larasati Yan Sugianto

Kelas XI, SMAN 3 Malang, Provinsi Jawa Timur  (13th Best Speaker)

14. Muh. Rendy Utomo Rachim

Kelas XII, SMA Al Azhar Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (14th Best Speaker)

15. Erni

Kelas XII, SMA 1 Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau (15th Best Speaker)    XII   SMAN 1 Tanjung Pinang  Kepulauan Riau  15th Best Speaker

Lusa, DPRA Paripurnakan Qanun Jinayat

Senin, 22 September 2014 / No Comments
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Dewan Perwakilan Rakyat Aceh menjadwalkan pengesahan sejumlah rancangan qanun sepanjang tanggal 24 hingga 26 September 2014 ini. Qanun Jinayat dan Pokok-pokok Syariat Islam merupakan dua yang bakal disahkan dalam sidang paripurna tersebut.

Sekretaris DPRA A. Hamid Zein menyebutkan, rancangan qanun yang bakal disahkan itu meliputi empat qanun yang diajukan Pemerintah Aceh dan tiga qanun usulan (hak inisiatif) DPRA.

Ketujuh rancangan qanun tersebut adalah Hukum Jinayat, Pajak Aceh (perubahan Qanun No 2/2012), Pembentukan Bank Syariah Aceh, Pengelolaan Kekayaan Aceh (perubahan Qanun No 1/2008), Qanun Pokok-pokok Syariat Islam, Penyelenggaraan Pendidikan, dan Qanun tentang Ketenagakerjaan.

"Itu tujuh qanun yang akan diparipurnakan mulai Rabu lusa," kata A. Hamid Zein kepada acehkita.co, Senin (22/9/2014).

Tujuh rancangan qanun tersebut, kata Hamid, telah melalui proses rapat dengar pendapat umum (RDPU) dan menerima masukan dari komponen masyarakat. "Rancangan Qanun Hukum Jinayat, misalnya, itu sudah melalui RDPU beberapa kali di Banda Aceh, Bireuen, dan Meulaboh, serta melalui media massa," kata Hamid Zein, "jadi sudah selesai semua dan siap untuk disahkan."

Rancangan Qanun Hukum Jinayat merupakan penyempurnaan empat qanun mengenai syariat Islam yang sebelumnya sudah diberlakukan di Aceh. Dalam qanun ini mengatur mengenai hukuman kasus perkosaan, zina, mesum, judi, khamar, lesbian, gay, dan sejumlah kasus lainnya. Untuk hubungan seks sejenis misalnya, qanun itu mengancam hukuman 100 kali cambuk. Sementara pelaku pemerkosaan diancam hukuman 150 kali cambuk. []

FOTO | Sosialisasi Biopori

/ No Comments
Kodim 0103 Aceh Utara menyosialisasikan lubang resapan biopori di lapangan Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Senin (22/9/2014). Sosialisasi ini merupakan agenda berkelanjutan yang diadakan oleh Kodim 0103 Aceh Utara untuk mencegah genangan air. Kegiatan ini dilakukan di seluruh Koramil wilayah Kodim Aceh Utara untuk diterapkan kepada masyarakat agar dapat mengantisipasi terjadinya genangan air. | FOTO: Zikri Maulana/ACEHKITA.CO



FOTO | Semen Padang Bungkam Aceh All Stars

/ No Comments
Aceh All Stars harus mengakui keunggulan Semen Padang 2-1 dalam pertandingan eksebisi di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu (21/9/2014) malam. Finalis Indonesian Super League itu unggul lebih awal dan kerja keras tim Aceh mampu membobol gawang Semen Padang lewat sepakan Abdul Musawir di menit akhir pertandingan. FOTO | Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.CO.


VIDEO | Pakaian Ketat Jaksa di Panggung Cambuk

Minggu, 21 September 2014 / No Comments
Radzie/ACEHKITA.CO
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Media sosial dihebohkan dengan foto seorang jaksa di Banda Aceh yang mengenakan pakaian ketat. Ironisnya, pakaian ketat tersebut dikenakan saat eksekusi cambuk bagi delapan warga yang dinyatakan melanggar syariat Islam.

Selain persoalan judi, minuman keras, khalwat, dan zina, Syariat Islam di Aceh juga mengatur tata cara berbusana. Dalam beberapa waktu terakhir, Satuan Polisi dan Wilayatul Hisbah Aceh gencar melaksanakan razia busana islami. Satpol PP dan WH mendata warga yang tak mengenakan busana islami.

Cara berpakaian seorang jaksa tersebut disorot aktivis media sosial di Aceh. Misalnya cuit di bawah ini:



"Ada yg menarik di arena eksekusi cambuk tadi, jaksa jilboobs di atas panggung. Lho, mau tegakkan qanun, eee malah langgar qanun. #Hekdech," timpal netizen lain.

Simak video hasil liputan acehvideo.tv di bawah ini.