News Ticker

Menu
Previous
Next

TERKINI

POLITIK

HUKUM

TEKNO

GAYA

OLAHRAGA

DUNIA

HIBURAN

Recent Posts

KBRI: Petugas Malaysia Diduga Tabrak Kapal TKI

Rabu, 23 Juli 2014 / No Comments
Kenzie Eagan/ACEHKITA.CO
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Kapal Kastam Malaysia diduga menabrak kapal pengangkut 96 TKI sehingga karam di perairan Sungai Hitam, Selangor, akhir Juni lalu. Saat ini, sejumlah petugas Kastam Malaysia menjadi tersangka.

Minister Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Ahmad Irfan menyebutkan, Pemerintah Malaysia menginvestigasi kasus tersebut dan mereka sudah mulai menemukan titik terang penyebab kapal imigran tersebut tenggelam.

Diduga, kata Ahmad, kapal imigran tersebut sengaja ditabrak kapal Kastam Malaysia.

"Kita menduga ada unsur kesengajaan dan kita mengharapkan itu dibuktikan oleh polisi Malaysia," kata Ahmad Irfan di Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (23/7/2014).

Ahmad berada di Banda Aceh mengantar 11 dari 61 imigran yang selamat dalam kapal karam tersebut. Saat ini, Pemerintah Indonesia tengah berupaya memulangkan sisa korban selamat, yang masih berada di Malaysia.

Menurut Ahmad Irfan, Polisi Diraja Malaysia sudah mulai memerika petugas Kastam (bea cukai) yang berada di dalam kapal patroli yang diduga menabrak kapal imigran. Polisi juga telah menetapkan perkiraan tersangka dalam kasus yang menewaskan 14 imigran asal Aceh dan Sumatera Utara itu.

"Tapi mereka tidak menyebutkan jumlah petugas yang berada di kapal," ujar Ahmad. | GHAISAN

21 Korban Kapal Karam Dipulangkan ke Aceh

/ No Comments
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Pemerintah Aceh memulangkan 21 warga Aceh yang selamat dalam musibah kapal karam di Selangor, Malaysia, beberapa waktu lalu, melalui Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Rabu.

Ke-11 imigran asal Aceh tersebut tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (23/7/2014) pukul 12.40 WIB. Mereka ditemani oleh tim dari Pemerintah Aceh dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.

Seperti diberitakan sebelumnya, kapal bermuatan 96 imigran Indonesia karam di perairan Sungai Hitam, Selangor. 14 warga Aceh meninggal dalam insiden tersebut, 21 hilang, dan 60 selamat. Pengamat hubungan Aceh-Malaysia M. Adli Abdullah menyebutkan, kapal itu diduga karam setelah ditabrak kapal maritim Malaysia.

Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh Murthalamuddin menyatakan, korban selamat yang dipulangkan hari ini berjumlah 21 orang. Selain yang telah tiba tadi siang, korban selamat itu akan dipulangkan sore ini.

Selain 21 orang yang dipulangkan hari ini, kata Murthala, Pemerintah Aceh juga tengah berupaya memulangkan 30 korban lain, yang saat ini masih menunggu proses administrasi di KBRI dan Pemerintah Malaysia.

Para imigran Aceh yang selamat sempat menjalani hukuman dari Pemerintah Kerajaan Malaysia selama sebulan. "Sekarang sudah bebas dan akan segera dipulangkan," ujar Murthala.

Pejabat KBRI Kuala Lumpur Ahmad Irfan menyebutkan, total yang dipulangkan berjumlah 29 orang --terdiri atas 21 imigran Aceh dan delapan dari Sumatera Utara, Surabaya, dan Nusa Tenggara Timur.

"Yang 31 korban lagi rata-rata warga Aceh. Kami sedang berupaya untuk segera bisa membawa pulang mereka," kata Ahmad Irfan. | GHIBRAN

Ribuan Siswa Aksi Damai untuk Palestina

/ No Comments
Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.CO
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Ribuan siswa dan warga Banda Aceh turun ke jalan untuk memprotes serangan Israel terhadap umat muslim di Gaza, Palestina, Rabu (23/7/2014). Mereka menuntut Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memaksa Israel menghentikan pembantaian terhadap rakyat Palestina.

Aksi damai yang digerakkan Pemerintah Kota Banda Aceh itu dipusatkan di Jalan Teungku Daud Beureu-eh, kawasan Simpang Lima Banda Aceh. Massa yang didominasi siswa sekolah menengah atas dan pertama di Banda Aceh berkumpul dari Simpang Lima hingga depan kantor Kanwil Pajak. Mereka menggunakan ikat kepala bertuliskan Palestina dan mengusung bendera Merah Putih.

Selain siswa, para guru dan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh terlihat memadati aksi damai tersebut.

Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal menyebutkan, aksi damai ini dilakukan untuk menyerukan kepada seluruh negara Islam untuk menekan Israel agar segera menghentikan agresi terhadap Palestina.

"Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh, saya mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemimpin di negeri ini untuk bangkit bersatu berjuang membela Palestina," seru Walikota Illiza dari atas podium, Rabu.

Illiza juga menyerukan kepada umat Islam di Aceh untuk membacakan qunut nazilah dalam setiap shalat Subuh. "Karena doa inilah senjata yang paling ampuh," sebutnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi Tarmizi Daud meminta Pemerintah Indonesia agar melobi pemimpin negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam, Liga Arab, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memberikan sanksi kepada Israel.

"Hentikan agresi dan pembantaian terhadap rakyat Palestina," ujar Tarmizi Daud.

Aksi tersebut berakhir secara damai pada pukul 11.00 WIB. Tangis dan haru mewarnai sepanjang aksi. []

Ribuan Warga Kutuk Serangan Israel ke Jalur Gaza

/ No Comments
Ribuan warga memadati ruas jalan Daud Beureueh, Banda Aceh memprotes serangan Israel ke permukiman penduduk di Gaza, Palestina, Rabu (23/7/2014). Dalam aksi itu warga yang dipelopori Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar penggalangan dana demi membantu warga Palestina yang  terus digempur pasukan Israel. FOTO | Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.CO


KPU Tetapkan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

Selasa, 22 Juli 2014 / No Comments
Antara/Widodo S Jusuf
JAKARTA | ACEHKITA.CO -- Komisi Pemilihan Umum menetapkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2014-2019, Selasa (22/7/2014) malam.

Ketua KPU Husni Kamil Manik menyebutkan, penetapan presiden dan wakil presiden terpilih dituangkan dalam SK KPU No 536/KPTS/KPU/2014. Pasangan capres/cawapres nomor urut 2, Joko Widodo dan Jusuf Kalla meraih suara 70.997.833 suara atau 53,15 persen dari suara sah nasional.

Dengan perolehan suara itu, KPU menetapkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla "sebagai presiden dan wakil presiden perioder 2014-2019," kata Husni Kamil Manik dalam rapat pleno penetapan hasil pemilihan presiden di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa malam.

Joko Widodo dan Jusuf Kalla meraih kemenangan di 23 provinsi di Indonesia, sedangkan Prabowo-Hatta yang meraih 62.576.444 suara (46,85 persen) menang di 10 provinsi. | FG

Jokowi-JK Menangi Pemilihan Presiden

/ No Comments
JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hasil final perolehan suara pada pemilihan presiden 9 Juli lalu. Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla memperoleh suara terbanyak.

Berdasarkan rekapitulasi KPU, Joko Widodo-Jusuf Kalla mengantong 53,15 persen suara. Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa harus puas dengan perolehan suara 46,85 persen.

Hasil rekap di 33 provinsi yang dibacakan Ketua KPU Husni Kamil Manik, Joko Widodo memperoleh 70.997.833 suara dan Prabowo Subianto mendapat 62.576.444 suara.

Saat berita ini diturunkan, proses penetapan hasil pilpres masih berlangsung di kantor KPU Jl Imam Bonjol Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2014) malam. Penetapan itu dihadiri oleh pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Sedangkan Prabowo-Hatta tak terlihat di acara tersebut. []