News Ticker

Menu
Previous
Next

TERKINI

POLITIK

HUKUM

TEKNO

GAYA



EKONOMI

DUNIA



HIBURAN

Recent Posts

Protes Larangan Parkir, Pedagang Blokade Jalan Diponegoro

Selasa, 21 Oktober 2014 / No Comments
Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.CO
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Puluhan pedagang di Jalan Diponegoro Pasar Aceh menyeruduk Balaikota memprotes larangan parkir di depan pertokoan mereka, Selasa (21/10/2014). Akibat ketiadaan lahan parkir, pedagang mengeluh omset mereka berkurang.

Mereka mendatangi Balaikota pada pukul 11.00 WIB, setelah sempat menutup ruas Jalan Diponegoro di kawasan pusat perdagangan tertua di Banda Aceh tersebut. Di Balaikota, para pedagang ditemui oleh Walikota Illiza Saaduddin Djamal.

Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh sejak Senin malam memasang rambu-rambu larangan parkir di depan pertokoan yang terletak di Jalan Diponegoro atau di depan pusat perbelanjaan Pasar Atjeh II. Larangan parkir itu dibuat untuk mencegah terjadinya kemacetan di ruas jalan yang dijadikan sebagai rute evakuasi bencana tersebut.

Namun, pemasangan rambu larangan parkir tersebut membuat pedagang kehilangan langganannya. Pasalnya, para pelanggan tak jadi singgah akibat ketiadaan lahan parkir. Apalagi, petugas Dinas Perhubungan mengawasi ruas jalan tersebut agar tidak dijadikan sebagai lahan parkir.

Karena pembeli lesu, akhirnya pedagang menjadikan ruas jalan tersebut sebagai arena bermain bola. Mereka menutup pertokoan. Bahkan, para pedagang ikut memblokade ruas Jalan Diponegoro, sehingga pengendara tak bisa melintasi rute tersebut.

Muliadi, penjual pecah belah, mengaku kecewa dengan sikap Pemerintah Kota Banda Aceh. "Sekarang dagangan kami tidak laku, karena pembeli tidak tempat parkir," ujar Muliadi kepada wartawan.

Seharusnya, kata Muliadi, pemerintah menyediakan satu jalur untuk parkir sepeda motor di depan pertokoan. "Saya setuju tidak parkir sembarangan, tapi minimal ada satu jalur untuk pengendara roda dua," sebutnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Banda Aceh Muhammad Zubir beralasan, larangan parkir tersebut diberlakukan untuk menghindari kemacetan. Rambu-rambu ini dipasang setelah adanya instruksi dari walikota dan Dinas Perdagangan. Pembeli disarankan untuk memarkirkan kendaraannya di basement Pasar Atjeh II.

Setelah melancarkan protes ke walikota, larangan parkir tersebut akhirnya dicabut dan memberikan satu jalur untuk parkir. "Kalau ada mobil yang parkir di depan toko akan digembok oleh petugas," ujar Walikota Illiza. | SABARUN

Aksi Warga Rancung Minta Ganti Rugi Ricuh

/ No Comments
Warga yang menamakan diri "Masyarakat Blang Lancang-Rancong dan HMI Lhokseumawe-Aceh Utara" mendatangi dan melakukan aksi demonstasi di halaman Kantor Walikota Lhokseumawe, Selasa (21/10). Mereka menuntut Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk dapat merealisasi ganti rugi dan membuat pernyataan tertulis terkait lahan relokasi dan pemukiman warga eks Blang Lancang-Rancong sesuai Perjanjian Ganti Rugi Tahun 1974. Sempat terjadi bentrok antara warga dan polisi yang bertugas saat warga memaksa masuk ke halaman kantor walikota yang menyebabkan seorang warga terluka. FOTO | Reza Juanda/ACEHKITA.CO.

FOTO | Pedagang Blokir Akses ke Pasar Atjeh

/ No Comments
Sekitar 100 pedagang pasar Aceh memblokir ruas Jalan Dipenogoro menentang kebijakan Wali Kota Banda Aceh yang menutup area parkir di bahu jalan di kawasan jalan lintas di kawasan Pasar Aceh, Selasa (21/10/2014). Sejak pagi kawasan Pasar Aceh terlihat sepi, tidak ada kendaraan yang melintas seperti biasanya. Toko-toko yang berjualan pakaian di kawasan ini pun terlihat tutup. FOTO | Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.CO.

Warga Takengon Lepaskan Lampion Sambut Jokowi-JK

/ No Comments
Humas Aceh Tengah
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Ratusan warga Aceh Tengah melepaskan lampion di areal Stadion Musara Alun, Takengon, untuk merayakan pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden, Senin (20/10/2014) malam.

Sejak usai magrib, warga memadati Stadion Musara Alun untuk hadir pada pesta rakyat menyambut pemimpin baru. Hujan yang mengguyur Takengon tak menyurutkan niat warga. Mereka antusias berdiri di areal lapangan, meski becek.

Tepat pukul 21.30 WIB, satu per satu lampion dilepaskan ke langit gelap. Jadinya, lampu lampion tersebut menghiasi langit malam kota di dataran tinggi Gayo tersebut.

"Mari bergandengan tangan, perkokoh persatuan, dan hilangkan segala perbedaan," seru Wakil Bupati Aceh Tengah Khairul Asmara yang menghadiri syukuran rakyat tersebut.

Tak hanya wakil bupati, Bupati Nasaruddin juga terlihat hadir dalam pesta rakyat tersebut. Malam lampion juga menyuguhkan sejumlah tarian, seperti Tari Guel (Gayo), Ranup Lampuan (Aceh), Tari Piring (Minang), Saman (Gayo Lues), dan pembacaan puisi. []

GeRAM Desak Jokowi Sahkan Provinsi ALA

Senin, 20 Oktober 2014 / No Comments
Gerakan Rakyat ALA Merdeka (GeRAM) melakukan aksi dan orasi menuntut presiden terpilih Joko Widodo yang dilantik hari ini untuk segera mengesahkan Provinsi Aceh Leuser Antara di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (20/10/2014). Dalam aksi itu, GeRAM mendesak gubernur dan DPRA untuk memperhatikan kepentingan warga di kawasan tengah Aceh yang selama ini dianaktirikan dan menuntut Forbes DPR RI serta DPD asal Aceh untuk membahas terwujudnya Provinsi ALA. FOTO | Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.CO.

Aktivis Aceh Nobar Pelantikan Jokowi-JK

/ No Comments
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Sekretariat Nasional Jokowi-JK menggelar diskusi dan nonton bareng prosesi pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2014-2019 di Harouk Kupi, Banda Aceh, Senin (20/10/2014).

Sesi diskusi akan menghadirkan Zakaria Saman (Ketua Aceh Centre), Fuad Mardhatillah (dosen UIN Ar-Raniry), dan TM Zulfikar (Ketua Presidium Seknas Jokowi Aceh).

Ketua Seknas Jokowi Aceh TM Zulfikar menyatakan, diskusi dan nonton bareng ini untuk merayakan hadirnya pemimpin baru. "Sebagai warga negara yang baik, sepantasnya kita terus bersyukur dan berdoa semoga pemimpin baru mampu membawa negeri ini ke arah perubahan yang lebih baik," sebut TM Zulfikar dalam siaran pers, Senin (20/10/2014). "Mari kita sambut pelantikan presiden dan wakil presiden dengan penuh kegembiraan."

Pasangan Jokowi-JK memenangi pemilihan presiden setelah mengantongi 70,9 juta suara atau 53,15 persen. Di Aceh, Jokowi kalah dibandingkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. []