News Ticker

Menu
Previous
Next

TERKINI

POLITIK

HUKUM

TEKNO

GAYA



EKONOMI

DUNIA



HIBURAN

Recent Posts

Slank Konser di Blang Padang

Sabtu, 20 September 2014 / No Comments
@slankdotcom
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Grup band Slank menggelar konser Silaturrahmi Budaya di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Sabtu (20/9/2014). Saat ini Slanker mulai memadatangi Blang Padang.

"Ayo merapat ke Lapangan Blang Padang - Aceh!!! Nggak lama lagi SLANK bakal perform di #SilaturrahmiBudaya," tulis Slank dalam akun Twitter, @slankdotcom, Sabtu siang.

Tiba di Banda Aceh, Slank mengunggah foto saat mereka sedang makan siang jamuan seorang anggota Parlemen Aceh.

Konser Silaturrahmi Budaya Slank ikut dimeriahkan penyanyi Aceh Liza Aulia, Fauzan BPO, dan Dr Zastrouw. []

Jemaah Kloter I Diberangkatkan ke Tanah Suci

/ No Comments
Radzie/ACEHKITA.CO
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Embarkasi Banda Aceh memberangkatkan jemaah calon haji yang tergabung dalam kelompok terbang pertama (Kloter I) melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (19/9/2014) pada pukul 22.51 WIB.

Kepala Humas Kantor Kementerian Agama Aceh, Akhyar, menyebutkan, Kloter I terdiri atas 440 jemaah yang berasal dari Aceh Besar, Banda Aceh, dan Aceh Timur. Mereka diberangkatkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Menurut Akhyar, seorang jemaah yang telah lanjut usia nyaris gagal diberangkatkan karena mengalami gangguan kesehatan saat pemeriksaan medis pada Kamis (18/9/2014) malam.

"Namun pagi harinya kondisi beliau sudah fit dan alhamdulillah dokter menyatakan yang bersangkutan bisa berangkat," kata Akhyar kepada acehkita.co, Jumat malam.

Jemaah Kloter I diberangkatkan setelah dilepas Gubernur Aceh Zaini Abdullah pada Jumat sore. Gubernur Zaini mengharapkan agar jemaah mendoakan Aceh saat berada di Tanah Suci. Jemaah juga diminta untuk menjaga diri di negeri orang. []

Emosi, Terhukum Cambuk Serang Algojo

/ No Comments
Radzie/ACEHKITA.CO
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Pemandangan ini tak lazim terjadi di atas panggung cambuk. Tak seperti biasanya terhukum cambuk yang pasrah saat akan dicambuk, dua orang ini malah menantang algojo.

Pemandangan ini terjadi saat eksekusi delapan warga yang kedapatan berjudi di halaman Masjid Besar Pahlawan, Kampung Ateuk Pahlawan, Banda Aceh, Jumat (19/9/2014). Terpidana kedua, P bin S, naik ke panggung cambuk dengan wajah tegang. Ia memperlihatkan kekesalannya terhadap eksekutor cambuk.

Setelah algojo mendaratkan lima kali sabetan rotan, P bin S pun berupaya menyerang algojo. Ia hendak menendang sang algojo. Namun berhasil dicegah sejumlah petugas Polisi Syariat dan polisi.

Seorang tercambuk lainnya, juga dilanda emosi. Ia terus meronta melepaskan diri dari kawalan empat petugas polisi dan WH. Bahkan, pria brewokan ini menyerang fotografer yang berada di bagian depan panggung cambuk. Saat rotan algojo mendarat di punggungnya, tangannya terus merebut rotan dan mengancam algojo.

[Simak video setelah berita ini]

Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal menyebutkan, hukuman cambuk merupakan bagian dari upaya untuk mengangkat harkat dan martabat manusia di depan Yang Mahakuasa.

Illiza meminta warga yang menyaksikan prosesi cambuk tidak menghina terhukum. "Belum tentu mereka lebih buruk dari kita. Bisa jadi mereka lebih baik dari kita, karena mereka telah mendapatkan hukuman dan bertaubat nasuha," ujar pengganti (alm) Mawardy Nurdin ini.



[video: acehvideo.tv]

Berjudi, Delapan Warga Dicambuk

Jumat, 19 September 2014 / No Comments
Radzie/ACEHKITA.CO
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Delapan orang dicambuk di depan seribuan warga di halaman Masjid Besar Pahlawan, Kampung Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (19/9/2014).

Eksekusi cambuk dihelat seusai pelaksanaan ibadah salat Jumat di masjid tersebut. Seribuan warga --termasuk anak-anak dan pejabat-- memadati masjid untuk menyaksikan prosesi cambuk yang pertama sekali dilakukan dalam tujuh tahun terakhir ini.

Untuk menyaksikan cambuk ini, warga terlihat berjubel mengelilingi panggung yang didirikan di halaman masjid. Bahkan, mereka juga terlihat di lantai dua masjid tersebut. Ruas jalan Makam Pahlawan yang berada di depan masjid ditutup untuk umum.

Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Teuku Saifuddin TA dan sejumlah pejabat lainnya terlihat hadir di lokasi pencambukan yang dijaga ketat personel kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Banda Aceh.

Eksekusi cambuk baru dilaksanakan pada pukul 15.00 WIB. Sembilan warga yang dinyatakan bersalah karena berjudi kartu remi dihadirkan ke masjid tersebut. Sebelum dicambuk, tim medis memeriksa kondisi kesehatan mereka. Namun, dokter menyatakan seorang di antara mereka, AS, tidak sehat sehingga tidak dicambuk.

Jaksa Penuntut Umum Nurhalma menyebutkan, terpidana yang terganggu kesehatan tersebut akan dicambuk setelah kondisi kesehatannya membaik.

Mahkamah Syar'iyah Kota Banda Aceh dalam persidangan 15 September lalu memvonis delapan warga tersebut dengan hukuman delapan kali cambuk dipotong masa tahanan atau tiga kali cambuk. Jadinya, mereka hanya dicambuk lima kali.

Cambuk dilakukan oleh seorang algojo yang mengenakan baju jubah dengan penutup kepala. Prosesi cambuk sempat terjadi insiden, setelah tiga terpidana cambuk dilanda emosi. Usai dicambuk, mereka hendak menyerang algojo, namun berhasil dicegah Polisi Syariat (WH). Bahkan, seorang terpidana cambuk emosi dengan berupaya menyerang para fotografer yang berada di depan panggung. Ia juga berupaya merebut rotan dan menyerang algojo.

Jaksa Penuntut Umum Nurhalma menyebutkan, delapan warga tersebut melanggar Qanun No 7/2013 tentang Hukum Acara Jinayah junto Pasal 23 ayat (1) Qanun Nomor 13/2003 tentang Maisir (Perjudian).

"Mereka telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana jarimah maisir," ujar Nurhalma membacakan putusan Mahkamah Syar'iyah.

Ketua Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banda Aceh Ritasari Puji Astuti menyatakan, sembilan orang tersebut ditangkap polisi saat bermain taruhan kartu remi pada Juli 2014 lalu. Saat itu, polisi menyita 52 lembar kartu remi dan uang tunai senilai Rp1,54 juta.

Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal menyebutkan, dalam 12 tahun pemberlakuan syariat Islam, Banda Aceh telah melaksanakan cambuk sebanyak tujuh kali. "Cambuk ini untuk mengangkat derajat mereka di hadapan Allah," kata Illiza dalam sambutannya.

Menurut Illiza, hukuman cambuk ini dilaksanakan sebagai bagian dari penegakan syariat Islam di Banda Aceh. "Cambuk ini bukan hanya hukuman fisik bagi pelanggar, tapi juga menjadi pelajaran bagi kita semua. Judi merupakan perbuatan yang diharamkan Allah," kata Illiza. "Bagi saya, tidaklah mudah menghukum manusia, tapi ini perintah Allah, tuntutan yang harus kita jalankan, senang tidak senang, suka tidak suka, harus kita laksanakan," kata Illiza yang menggantikan Walikota Mawardy Nurdin yang meninggal beberapa bulan lalu.

Catatan acehkita.co, cambuk siang tadi yang pertama sekali dilakukan saat Illiza Saaduddin Djamal menduduki jabatan Walikota. Illiza menyebutkan, dalam 12 tahun pemberlakuan syariat Islam, Banda Aceh telah tujuh kali melaksanakan hukuman cambuk bagi pelanggar syariat Islam. Terakhir, cambuk dilaksanakan pada 2007 lalu.

Eksekusi cambuk mendapat kritik dari sejumlah kalangan. Pasalnya, selama ini yang mendapat hukuman cambuk hanya masyarakat kecil. Banda Aceh pernah dihebohkan dua kasus mesum, yaitu melibatkan HBU, anggota tim amar makruf nahi munkar Pemko Banda Aceh, yang ditangkap di sebuah salon pada 5 November 2012, dan AF, ajudan walikota Banda Aceh, yang ditangkap sedang mesum dalam sebuah mobil di kawasan Ulee Lheue pada 10 April 2013. Baik HBU dan AF hingga kini tak tersentuh hukuman cambuk. | FG

FOTO | Eksekusi Cambuk di Banda Aceh

/ No Comments
Delapan dari sembilan warga Banda Aceh yang divonis melanggar Qanun No 13/2003 tentang Perjudian, dicambuk di hadapan seribuan warga usai salat Jumat di halaman Masjid Besar Makam Pahlawan, Kampung Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, Jumat (19/9/2014). Mereka dicambuk lima kali setelah ditangkap polisi tengah taruhan kartu remi di kawasan Keudah pada Juni lalu. | FOTO: Radzie/ACEHKITA.CO








Jemaah Haji Aceh Peroleh Biaya Hidup

/ No Comments
Jemaah calon haji menjalani pemeriksaan kesehatan, Kamis (18/9/2014) malam. | Radzie/ACEHKITA.CO
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Sebanyak 440 jemaah calon haji yang tergabung dalam kelompok terbang pertama memperoleh pembagian biaya hidup (living cost) selama menunaikan ibadah haji, Jumat (19/9/2014).

Living cost yang dibagikan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh sebesar 1.500 Riyal atau sekitar Rp4,8 juta per jemaah. "Nanti khusus jemaah asal Aceh juga akan memperoleh dana dari Baitul Asyi, juga sebesar 1.500 Riyal," kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh Ibnu Sa'dan di Banda Aceh, Jumat (19/9/2014) pagi.

Dana dari Baitul Asyi (Rumah Aceh di Mekkah) akan dibagikan saat berada di Tanah Suci Mekkah. Dari Banda Aceh, jemaah dibekali dengan kartu yang ditandatangani gubernur Aceh. Di sana, kartu tersebut ditukarkan kepada pengurus Baitul Asyi.

Jemaah calon haji Kloter I yang berasal dari Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Timur, akan diberangkatkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda pada pukul 22.45 WIB malam nanti. []