News Ticker

Menu
Previous
Next

TERKINI

POLITIK

HUKUM

TEKNO

GAYA



EKONOMI

DUNIA



HIBURAN

Recent Posts

Diguyur Hujan Semalaman, Sejumlah Desa Kebanjiran

Sabtu, 01 November 2014 / No Comments
RN
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Hujan lebat yang mengguyur Kota Banda Aceh dan Aceh Besar semalaman menyebabkan sejumlah desa di dua daerah tersebut kebanjiran, Sabtu (1/11/2014).

Pantauan acehkita.co, puluhan rumah di Desa Batoh, Kecamatan Lueng Bata, tergenang air setelah kawasan itu diguyur hujan lebat selepas salat maghrib. Genangan air di dalam rumah mulai dari 20 sentimeter hingga selutut orang dewasa.

"Di Dusun Sukajaya hampir semua rumah tergenang," kata Kepala Dusun Sukajaya Razali, Sabtu pagi.

Banjir yang melanda warganya tak terlepas dari tidak berfungsinya saluran air dengan baik. Pasalnya, proyek pengerjaan jalan yang tengah dilakukan di kawasan itu ikut menutup saluran air. Akibatnya, warga terpaksa membongkar saluran air guna menghindari genangan.

"Tidak biasanya kantor kami kebanjiran. Semalam sampai setumit air di dalam kantor," sebut Munar, staf AJI Banda Aceh.

Banjir juga melanda sejumlah rumah di Desa Garot, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Semalam, jalanan di Banda Aceh juga digenangi air hingga 20 sentimeter. []

BERITA FOTO | Lagi, ISIS Demo Menuntut HBU Dicambuk

Jumat, 31 Oktober 2014 / No Comments
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Untuk kedua kalinya, massa yang menamakan diri Gerakan Indahnya Syariat Islam Sesungguhnya (G-ISIS) berunjukrasa menuntut pelaksanaan hukuman cambuk bagi HBU, pejabat yang pernah ditangkap Wilayatul Hisbah di sebuah salon pada 2013 lalu.

Massa ISIS, tak lebih 10 orang, mendatangi Balaikota Banda Aceh, Jumat (31/10/2014) sekitar pukul 10.30 WIB. Di pintu gerbang masuk Balaikota, mereka membentangkan spanduk putih yang menuntut supaya Pemko Banda Aceh mengganjar HBU dengan hukuman cambuk. Mereka juga menggelar aksi teatrikal seorang algojo yang hendak mencambuk HBU, namun terjadi tolak tarik dengan kekuatan politik.

Koordinator G-ISIS Yusuf Sabri Rahman menyebutkan, syariat Islam yang tengah dilaksanakan Pemerintah Kota Banda Aceh tidak menyeluruh. Pasalnya, hukuman tersebut masih tajam ke bawah, namun tumpul ke atas.

Sebagai bentuk protes, sejumlah pengunjukrasa malah mengenakan celana pendek dan celana compang-camping. Demo hanya berlangsung sekitar 30 menit. []
FOTO-FOTO: Radzie/ACEHKITA.CO





30 Persen Warga Aceh Miliki Masalah Gigi

Kamis, 30 Oktober 2014 / No Comments
Tribunnews.com
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala drg Zaki Mubarak menyebutkan, sebanyak 30,5 persen masyarakat Aceh memiliki permasalahan gigi dan mulut. Namun baru 45,9 persen kasus tersebut yang menerima pelayanan dari tenaga kesehatan.

"Hal tersebut dapat disebabkan oleh minimnya dokter gigi di Aceh," kata Zaki Mubarak mengutip dari Riset Kesehatan Dasar 2013 yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI, pada pembukaan Bulan Kegiatan Gigi Nasional di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Banda Aceh, Kamis (30/10/2014).

Angka masyarakat Aceh mempunyai masalah dengan gigi dan mulut terbilang tinggi. Rata-rata nasional, menurut data Riskesdas 2013, penduduk Indonesia yang mengalami masalah dengan gigi dan mulut mencapai 25,9 persen. Namun baru 31,1 persen saja yang menerima pelayanan.

Namun, Zaki menambahkan, saat ini tingkat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut mulai meningkat. "Di Aceh kita di atas rata-rata nasional," ujar Zaki.

Untuk mengampanyekan kesadaran pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, FKG Unsyiah bekerjasama dengan Pepsodent menggelar BKGM di Banda Aceh hingga 1 November mendatang. "Kita menargetkan 1.500 orang datang untuk memeriksakan gigi dan mulut mereka," sebut Zaki.

BKGM memberikan pelayanan dan penyuluhan berupa penambalan gigi, pemersihan karang gigi, pencabutan, pencegahan gigi berlubang, dan cara merawat gigi. | SABARUN

Fotografer acehkita Raih Penghargaan Internasional

/ No Comments
Chaideer Mahyuddin (kanan) di sela-sela liputan demo aktivis lingkungan di Banda Aceh. | Dok. Pribadi
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Fotografer acehkita.co, Chaideer Mahyuddin, berhasil menyabet penghargaan internasional di bidang lingkungan. Ia dianugerai Asian Environmental Journalism Awards 2014 kategori Photograph of the Year.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Singapore Environtment Council di Hotel Grand Copthorne Waterfront Singapura, Kamis (30/10/2014). Ia berhasil menyisihkan sejumlah kandidat lainnya yang berasal dari Singapura, India, Filipina, Kamboja, dan Thailand.

Pewarta foto kelahiran Lamno, Aceh Jaya, itu meraih penghargaan atas fotonya yang memotret kondisi penyitaan satwa liar oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam, aktivitas aktivis lingkungan di Tangse Pidie, dan kebakaran lahan gambut di Aceh Jaya.

Chaideer menyebutkan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi lembaga internasional terhadap kerja-kerjanya dalam memberitakan isu lingkungan di Aceh.

"Ini penghargaan yang membuat saya terharu. Karena secara pribadi dan kelompok, saya sedang menyampanyekan perlunya menjaga lingkungan dan habitat yang hidup di dalamnya," kata Chaideer kepada acehkita.co, Kamis. []

16 Warga Pidie Dicambuk

Rabu, 29 Oktober 2014 / No Comments
Radzie/ACEHKITA.CO
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Kejaksaan Negeri Sigli dan Polisi Syariat melaksanakan eksekusi cambuk terhadap 16 warga Pidie yang dinyatakan bersalah melanggar syariat Islam, Rabu (29/10/2014) pagi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Pidie Sabaruddin Hasan menyebutkan, 16 warga tersebut dicambuk karena berjudi. Mereka dicambuk antara enam sampai 11 kali.

"Mereka ada yang bermain judi domino, ada juga yang togel," kata Sabaruddin kepada acehkita.co.

Prosesi cambuk digelar di halaman Masjid Al Falah Kota Sigli. Selain para pejabat di Pidie, prosesi cambuk juga ikut disaksikan warga sekitar. Bahkan, ada warga yang tengah beraktivitas di kawasan tersebut ikut menyaksikan hukuman cambuk yang kedua dilakukan pada tahun ini di Pidie. Sebelumnya, pada 5 September, lima warga Pidie juga dicambuk dalam kasus judi.

Sabaruddin menyatakan, uqubat cambuk dilaksanakan hari ini karena ada terhukum yang habis masa tahanannya pada Kamis, 30 Oktober. []

Duh, Siswa SD Bolos Coba Sogok Polisi

Senin, 27 Oktober 2014 / No Comments
Zikri Maulana/ACEHKITA.CO
BANDA ACEH | ACEHKITA.CO -- Kejadian ini bukan penggalan adegan di sinetron yang acap menghiasi layar kaca. Kejadian miris ini terjadi ketika 12 pelajar dari sejumlah sekolah di Banda Aceh diamankan polisi karena berkeliaran di warnet pada jam belajar. Seorang siswa sekolah dasar malah mau "menyuap" polisi agar dibebaskan.

Kejadian ini bermula ketika siswa SD tersebut diamankan bersama 11 pelajar lain di sebuah warnet di Desa Batoh, tak jauh dari Mapolsek Lueng Bata. Namun, saat hendak dibawa ke kantor polisi, ada seorang siswa yang mencoba memberikan uang sebesar Rp5.000 kepada polisi.

"Dia kasih uang untuk kami agar tidak ditangkap dan dibawa ke kantor," sebut seorang polisi yang enggan namanya dituliskan, Senin (27/10/2014).

Polisi itu geleng-geleng kepala mendapati perilaku unik murid SD tersebut.

Sebanyak 12 pelajar dari SD, SMP, SMA, dan SMK akhirnya digelandang ke Mapolsek Lueng Bata. Di sana mereka dinasehati oleh polisi, sebelum akhirnya dijemput pihak sekolah.

"Siswa yang kita amankan ini kita bina agar tidak mengulangi perbuatan mereka," sebut Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat Polresta Banda Aceh Kompol Junaidi. | GHAISAN